Tags

, , , , , , , , , , ,

Kisah ini bagian dari kisah mendapatkan gelar Sarjana Sastra. Meski gelar itu belum diraih, tak salah jika cerita di balik layar ini dibagi. Setiap orang yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi/TA-nya pasti punya kisah masing-masing. Dan, ini bagian dari kisahku.

Salah satu hal yang membuatku sulit menyelesaikan skripsi adalah mendapatkan teori yang pas dengan yang diteliti. Aku pun berusaha dengan mengunjungi perpustakaan di beberapa universitas di Jakarta dan Bandung. Tapi, hasilnya nihil. Bagimana dengan browsing? Sebelum mengunjungi perpustakaan itu, tentu saja aku sudah memanfaatkan keampuhan “Mbah Google”. Tapi si Mbah saat itu belum memberikan petunjuk. Dosen-dosen pembimbing? Sayang, mereka tidak punya teori yang kucari.

Waktu berlalu, ketidakjelasan arah penelitian larut. Kegalauan melanda. Harapan meraih S.S pun memudar. Dan, yang sangat diharapkan memberikan pertolongan hanyalah Tuhan. Dan terbukti. Ia sungguh Maha Pendengar dan Maha Penolong.

Suatu kali, aku iseng bertanya pada Mbah Google lagi. Tetiba, teori yang aku cari ada di dalam sebuah buku. Aku melihat daftar isinya dan persis seperti yang ku harapkan. Tapi tunggu, bukunya hanya dijual di luar negeri dan harganya sangat mahal untuk ukuran kantongku (sekitar 1,6 juta). Walaupun aku berusaha untuk mengumpulkan uang sebanyak itu, proses membeli buku juga harus dilakukan via Credit Card. Aku belum punya kartu itu. Wew!

Kegalauan baru pun muncul. Ada niat untuk mengirim surel ke penulis buku tapi takut. Setelah kemunculan buku mahal itu, aku menjadi lebih bersemangat untuk browsing teori lagi. Hasilnya lumayan. Ada file ppt yang berisi tentang teori yang ku cari beserta nama penulis dan alamat surelnya. Entah mengapa, tanganku langsung bersemangat membuka e-mail dan mengirim pesan untuk penulis file ppt ini. Beruntung, beliau membalasnya dan mengatakan bahwa beliau tidak memiliki teori lengkap tentang file itu. Yah, sedikit kecewa. Tapi beliau menyarankan untuk menghubungi temannya saja yang lebih ahli di bidang itu. Dengan bersemangat juga aku mengirimkan pesan, tapi tidak berbalas sampai saat ini.

Sampai suatu saat, aku jatuh sakit dan harus bed rest selama dua minggu. Selama masa itu yang terpikir adalah bagaimana caranya mendapat buku berisi teori yang sangat kubutuhkan tapi mahal itu. Aku pasrah. Aku berdoa, berdoa, berdoa dan berdoa meminta pertolongan Tuhanku.

Suatu malam, aku memutuskan untuk mengirim surel kepada sang penulis buku dengan tangan yang gemetar dan jantung dag-dig-dug. Sent! “Mudah-mudahan beliau berkenan membalas meskipun ia tidak bisa membantu,” pikirku saat itu. Setelah itu aku terlelap.

Sinar mentari pagi membangunkanku keesokan paginya. Aku tak sabar lagi untuk mengecek e-mailku. Aku tak percaya, beliau membalas dengan isi “Just send me your mailing address!” Terima kasih Tuhan, hanya itu yang mampu kuucapkan. Segera aku membalas surel itu.

Kegalauan tentang teori perlahan hilang. Aku hanya perlu menunggu beberapa hari untuk mendapatkan buku itu. Tapi, seminggu berlalu, dua minggu berlalu, tiga minggu berlalu, bukunya tak kunjung datang. Aku bertanya Tuhanku lagi. Sampai Ia menuntunku untuk mengirim pesan kepada penulis buku tadi. Beliau membalas dengan cepat dan mengatakan bahwa ia lupa, tapi ia akan mengirimkannya hari itu juga. Hatiku sedikit lega. Seminggu kemudian aku bertanya lagi apakah bukunya sudah dikirim atau belum. Syukurnya, beliau mennjwab sudah dan aku harus tetap sabar menunggu karena jarak dari Indonesia dan Amerika Serikat tidaklah dekat.

Tujuh hari berlalu. Sepulang mengajar, aku melihat sebuah paket di meja kosanku. Paket itu berasal dari Missouri, US. Tanpa ragu aku langsung membukanya dan buku yang kuharapkan ada di dalam kotak itu. Aku hanya meminta satu buku tapi beliau mengirim dua buku yang relevan dengan teori yang kubutuhkan. Aku terharu dan tidak bisa berkata-kata. Terlintas di pikiranku, “Masih ada saja orang-orang yang sangat baik di dunia ini ya!”

Banyak hal yang dapat kupetik dari kisahku ini. Tuhan itu tak pernah diam. Ia mendengar orang yang berseru kepada-Nya dengan sungguh-sungguh. Ia menjawab dengan cara-Nya. Cara yang tidak pernah aku tahu dan cara yang sungguh luar biasa. Ia memakai orang-orang bahkan yang tidak aku kenal sekalipun untuk membantuku. Luar biasa!

Jangan pernah ragu untuk melibatkan Tuhan dalam hidupmu. Ia penciptamu, Ia tahu yang terbaik buatmu. Yang perlu kau lakukan hanya percaya dan meminta yang kau butuhkan dengan iman kepada-Nya.

“Mintalah,maka akan diberikan kepadamu; carilah,maka kamu akan mendapat; ketoklah,maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Matius 7:7).

About these ads