Archive for My stories

I Want to Go Back Home [1]

I come from the most beautiful city as well as I known, Medan. Medan is the capital city of North Sumatera which is the biggest city in Sumatera and the third city in Indonesia. Every year, many people come to Medan especially on July. Why? Because Medan has many course places so many students in Sumatera get course in this city.

Medan has many cultures, they are: Bataknese, Chinese, Javanese, Malay, Hindi, and others. Although Medan has lots of cultures, the people have good tolerances.

Medan have two well-known universities, they are University of North Sumatera (USU) and Medan State University (UNIMED). USU is well-known with medical faculty.

Medan has Masjid Raya Agung, Deli Palace, and Maimum palace. Maimun palace is the places of Sultan Maimun, Malay culture. Besides that, there is a Catholic places too, the named is Graha Maria Annai Velangkani. In Velangkani, we can pray with full of calm. The architecture of this building is beautiful which mix between India and Catholic.

Several hours from Medan, we can see Lake Toba which the biggest Lake in Indonesia. We can enjoy the view of Lake Toba from many towns, for examples we can see it from Brastagi, Balige, Parapat, Silalahi and other. Two hours from Medan, there is small town Brastagi. It is well-known with orange, marquisa, flowers and vegetables.

I spent my childhood in Sidikalang. It is about four hours from Medan.

Sidikalang is capital town of Kabupaten Dairi which prominent citizen are Bataknese and Pakpaknese. In this town, there is a tour object which called Taman Wisata Iman Dairi (TWID). This is the only place which has five religion worship places in Indonesia that are Wihara, Shrine, Mosque, and Church. I think it is a very good place to visit.

Sidikalang is well-known by its coffee. The coffee is very famous in North Sumatera. The people said that Sidikalang’s coffee is nice and aromatic. Planting coffee is the first job of the people there because is the first commodity.

Sidikalang has a dam which named is PLTA Sileu-leu. The dam was made by Korea and Japan. It used as a ‘Pembangkit Listrik Tenaga Air’ and recreation.

Sidikalang has kind people so don’t be afraid to come there because the people will help you.

Now, I’m missing my hometown. I’m missing Medan and I want to go back home.

Leave a Comment

Best friend or Lover?

Apa yang kamu pikirkan ketika sahabat yang kamu sayangi berbohong kepadamu?

Apa yang kamu lakukan ketika sahabat yang kamu sayangi ternyata tidak sesuai dengan yang kamu harapkan?

Aku mengenalnya sudah lebih dari setahun.

Menurutku, dia selalu jujur kepadaku. Ketika dia mengatakan atau menceritakan sesuatu, semuanya terasa nyata, jujur dari dalam hati.

Dari awal persahabatan kami, dia sebenarnya sudah menegaskan kalau dia orang yang kasar, keras, dan memiliki kemauan yang teguh (kadang-kadang egois untuk mendapatkan sesuatu)

Mungkin dia dibesarkan ditengah-tengah keluarga yang keras. Dari cerita masa lalunya aku bisa mengerti sifatnya itu.

Sifatnya berbeda sekali denganku. Aku  dibesarkan dikeluarga yang jauh dari kekasaran, kekerasan, dan memiliki perasaan yang halus.

Semua sifat asli kami keluar sewaktu kami baru bersahabat selama beberapa bulan.

Dia yang selalu membentak-bentak kalau ngomong membuatku aneh sebenarnya, tapi lebih anehnya kami bisa nyaman satu sama lain.

Aku selalu memprotesnya ketika dia ngomong kasar atau menunjukkan kekerasan. Aku juga tidak suka ketika dia bercerita semasa SMA dia merokok.

Aku sangat benci itu. Tapi, dia berhasil meyakinkanku bahwa dia sudah tobat, dan dia akan berusaha untuk tidak merokok lagi.

Lama-kelamaan dia bisa juga menyesuaikan diri terhadapku. Dia mulai agak lembut sedikit waktu berbicara atau melakukan suati tindakan terhadapku.

Aku kagum dengan perubahannya. Jujur, aku tidak menyangka dia akan mengalah.

Waktu berjalan, kami mulai sibuk dengan kegiatan kami masing-masing.

Hanya sekali-sekali kami buat janji untuk ketemuan untuk jalan-jalan, atau ke gereja bersama, atau ke toko buku.

Dia juga mengerti hobiku yang suka membaca. Dia bahkan rela menemaniku berlama-lama di toko buku.

Aku selalu berpikiran positif terhadapnya. Aku merasa dia sudah sangat berbeda dibandingkan dengan awal kami bersahabat.

Egoisnya, aku tidak mempedulikan dia sewaktu tidak bersamaku. Aku hanya memperhatikannya selama dia ada di dekatku.

Aku akan cemburu ketika aku tahu dia jalan dengan temannya cewek. Aku merasa hanya akulah yang bisa memilikinya.

Sebenarnya, aku bingung dengan perasaanku. Dia sahabatku, dia sudah memiliki kekasih walaupun kekasihnya jauh.

Ketika dia bercerita, secara tersirat aku menangkap kalau dia sangat sangat sayang kepada kekasihnya walaupun hubungan mereka jarak jauh.

Dikendalikan oleh perasaanku, aku mulai protektif terhadapnya. Aku selalu menanyakan apa yang akan dilakukannya hari ini, besok, minggu depan, dst.

Aku bertambah bingung ketika teman-teman kami yang lain menanyakan status hubungan kami.

Tapi kami selalu kompak menjawab bahwa kami hanya berteman saja.

Akhir-akhir ini, dia mulai berubah.

Dia sudah jarang memperhatikanku. Kami bertemu kalau ada hal yang harus diselesaikan. Itu saja.

Dia bahkan sering menyalahkanku.

Aku berpikir dia mungkin bosan atau karena banyaknya tugas mungkin dia kecapekan.

Pernah dia memintaku untuk membantunya. Waktu itu aku memang sangat sibuk sekali. Emosiku juga tidak stabil.

Aku marah-marah kepadanya, tapi dia tenang sekali. Dia minta maaf karena telah menggangguku.

Dia juga berusaha menenangkanku.

Pernah juga kami berjanji ingin bertemu, dia sudah menungguku lebih dari sejam, aku pikir dia akan marah

dan aku langsung minta maaf. Dengan sikap tenangnya dia hanya tersenyum dan mengatakan “Ga apa-apa kok, kau darimana?”

Sahabat yang baik, pikirku.

Suatu hari aku bertemu dengan kawan satu kamar kosannya.

Temannya itu cerita kepadaku bahwa Sahabatku ini adalah orang yang sangat kasar.

Dia sering marah-marah gak jelas. Pernah membanting pintu dan dia melakukan hal yang sangat kubenci, yaitu merokok.

Bahkan kawan satu kamarnya ini tidak betah tinggal berlama-lama dengannya.

Dia sering minggat.

Aku sangat terkejut mendengarnya, aka seakan tidak mempercayainya.

Sifatnya berbeda sekali dengan yang ditunjukkan kepadaku.

Aku pikir dia sudah berubah. Tapi ternyata tidak.

Aku berpikir terus tentang sikapnya kepadaku dan kepada teman satu kamarnya ini.

Dan aku hanya mengambil keputusan bahwa dia memiliki pengendalian diri yang sangat bagus.

Dia bisa menempatkan dirinya ketika bertemu dengan siapa dan siapa.

Aku takut menanyakan sikapnya terhadap kawan satu kamarnya itu, aku hanya diam saja.

Karena aku bingung memulai dari mana, aku terlalu menjaga perasaan kami.

Aku takut kehilangannya.

Comments (12)

Older Posts »
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 206 other followers