Best friend or Lover?

Apa yang kamu pikirkan ketika sahabat yang kamu sayangi berbohong kepadamu?

Apa yang kamu lakukan ketika sahabat yang kamu sayangi ternyata tidak sesuai dengan yang kamu harapkan?

Aku mengenalnya sudah lebih dari setahun.

Menurutku, dia selalu jujur kepadaku. Ketika dia mengatakan atau menceritakan sesuatu, semuanya terasa nyata, jujur dari dalam hati.

Dari awal persahabatan kami, dia sebenarnya sudah menegaskan kalau dia orang yang kasar, keras, dan memiliki kemauan yang teguh (kadang-kadang egois untuk mendapatkan sesuatu)

Mungkin dia dibesarkan ditengah-tengah keluarga yang keras. Dari cerita masa lalunya aku bisa mengerti sifatnya itu.

Sifatnya berbeda sekali denganku. Akuย  dibesarkan dikeluarga yang jauh dari kekasaran, kekerasan, dan memiliki perasaan yang halus.

Semua sifat asli kami keluar sewaktu kami baru bersahabat selama beberapa bulan.

Dia yang selalu membentak-bentak kalau ngomong membuatku aneh sebenarnya, tapi lebih anehnya kami bisa nyaman satu sama lain.

Aku selalu memprotesnya ketika dia ngomong kasar atau menunjukkan kekerasan. Aku juga tidak suka ketika dia bercerita semasa SMA dia merokok.

Aku sangat benci itu. Tapi, dia berhasil meyakinkanku bahwa dia sudah tobat, dan dia akan berusaha untuk tidak merokok lagi.

Lama-kelamaan dia bisa juga menyesuaikan diri terhadapku. Dia mulai agak lembut sedikit waktu berbicara atau melakukan suati tindakan terhadapku.

Aku kagum dengan perubahannya. Jujur, aku tidak menyangka dia akan mengalah.

Waktu berjalan, kami mulai sibuk dengan kegiatan kami masing-masing.

Hanya sekali-sekali kami buat janji untuk ketemuan untuk jalan-jalan, atau ke gereja bersama, atau ke toko buku.

Dia juga mengerti hobiku yang suka membaca. Dia bahkan rela menemaniku berlama-lama di toko buku.

Aku selalu berpikiran positif terhadapnya. Aku merasa dia sudah sangat berbeda dibandingkan dengan awal kami bersahabat.

Egoisnya, aku tidak mempedulikan dia sewaktu tidak bersamaku. Aku hanya memperhatikannya selama dia ada di dekatku.

Aku akan cemburu ketika aku tahu dia jalan dengan temannya cewek. Aku merasa hanya akulah yang bisa memilikinya.

Sebenarnya, aku bingung dengan perasaanku. Dia sahabatku, dia sudah memiliki kekasih walaupun kekasihnya jauh.

Ketika dia bercerita, secara tersirat aku menangkap kalau dia sangat sangat sayang kepada kekasihnya walaupun hubungan mereka jarak jauh.

Dikendalikan oleh perasaanku, aku mulai protektif terhadapnya. Aku selalu menanyakan apa yang akan dilakukannya hari ini, besok, minggu depan, dst.

Aku bertambah bingung ketika teman-teman kami yang lain menanyakan status hubungan kami.

Tapi kami selalu kompak menjawab bahwa kami hanya berteman saja.

Akhir-akhir ini, dia mulai berubah.

Dia sudah jarang memperhatikanku. Kami bertemu kalau ada hal yang harus diselesaikan. Itu saja.

Dia bahkan sering menyalahkanku.

Aku berpikir dia mungkin bosan atau karena banyaknya tugas mungkin dia kecapekan.

Pernah dia memintaku untuk membantunya. Waktu itu aku memang sangat sibuk sekali. Emosiku juga tidak stabil.

Aku marah-marah kepadanya, tapi dia tenang sekali. Dia minta maaf karena telah menggangguku.

Dia juga berusaha menenangkanku.

Pernah juga kami berjanji ingin bertemu, dia sudah menungguku lebih dari sejam, aku pikir dia akan marah

dan aku langsung minta maaf. Dengan sikap tenangnya dia hanya tersenyum dan mengatakan “Ga apa-apa kok, kau darimana?”

Sahabat yang baik, pikirku.

Suatu hari aku bertemu dengan kawan satu kamar kosannya.

Temannya itu cerita kepadaku bahwa Sahabatku ini adalah orang yang sangat kasar.

Dia sering marah-marah gak jelas. Pernah membanting pintu dan dia melakukan hal yang sangat kubenci, yaitu merokok.

Bahkan kawan satu kamarnya ini tidak betah tinggal berlama-lama dengannya.

Dia sering minggat.

Aku sangat terkejut mendengarnya, aka seakan tidak mempercayainya.

Sifatnya berbeda sekali dengan yang ditunjukkan kepadaku.

Aku pikir dia sudah berubah. Tapi ternyata tidak.

Aku berpikir terus tentang sikapnya kepadaku dan kepada teman satu kamarnya ini.

Dan aku hanya mengambil keputusan bahwa dia memiliki pengendalian diri yang sangat bagus.

Dia bisa menempatkan dirinya ketika bertemu dengan siapa dan siapa.

Aku takut menanyakan sikapnya terhadap kawan satu kamarnya itu, aku hanya diam saja.

Karena aku bingung memulai dari mana, aku terlalu menjaga perasaan kami.

Aku takut kehilangannya.

12 thoughts on “Best friend or Lover?

  1. hotgantina11sinaga January 15, 2010 at 4:10 am Reply

    Fiction,,

  2. Erik January 15, 2010 at 9:39 am Reply

    Ceritanya udah selesai atau masih ‘to be continued’?

  3. tetysinaga January 16, 2010 at 6:47 am Reply

    it seem’s I’ve ever heard this story.

  4. hotgantina11sinaga January 16, 2010 at 7:32 am Reply

    k’Tety
    hehehehe๐Ÿ˜€

  5. Morning Dew January 16, 2010 at 12:46 pm Reply

    Tina, I changed my name…๐Ÿ˜„

    So, is it really a fiction or……….๐Ÿ˜›

  6. hotgantina11sinaga January 16, 2010 at 2:00 pm Reply

    hehehehe,,

    actually, real+fiction,,
    ๐Ÿ˜€

    I’m really confusing know Erik,,

    • Morning Dew January 16, 2010 at 2:07 pm Reply

      Tina, I think the sentence ‘I’m really confusing know Erik’ is gramatically wrong…. *sok bw2 grammar* hhhahahaha…
      peace ^^V

      • hotgantina11sinaga January 16, 2010 at 2:12 pm

        trus apa dunk,,lgi ga konsen ne,,

        hehehe [alasan aja]

        I really confusing now..is it true..?

  7. Morning Dew January 16, 2010 at 2:18 pm Reply

    still wrong I think…
    maybe the correct one is ‘I’m confused’ rather than ‘I’m confusing’, becoz I think ‘I’m confusing’ means ‘saya membingungkan’ in Indonesian… :p

    • hotgantina11sinaga January 16, 2010 at 2:34 pm Reply

      Ok,,Ms. Grammar,,
      ๐Ÿ˜€

      thank you very much,
      [I have to learn more about grammar,,,,keep spirit Tina]

  8. Ms. Grammar January 20, 2010 at 5:20 pm Reply

    Ok, no problem….

    XDDD

    Hwaiting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s