Materialisme dalam Drama William Shakespeare yang berjudul King Lear

King Lear adalah salah satu drama tragedi yang ditulis oleh William Shakespeare. Drama ini ditulis sekitar tahun 1603 dan 1606. Drama bermula ketika raja Lear yang sudah tua akan membagi kerajaannya kepada tiga putrinya. Raja lear adalah seorang raja di zaman Inggris kuno yang memiliki tiga orang putri. Putri pertama bernama Goneril, menikah dengan Adipati Albany. Putri kedua bernama Regan, menikah dengan Adipati Cornwall. Sedangkan putrid yang ketiga bernama Cordelia yang sedang diperebutkan oleh Adipati Burgundy dan raja Perancis. Karena usianya yang sudah semakin tua, raja Lear memutuskan untuk turun tahkta dan membagikan daerah kekuasaannya kepada ketiga putrinya tersebut. Pembagian wilayah kekuasaan itu didasarkan pada seberapa besar cinta mereka pada sang raja.  Untuk mengetahui hal tersebut, raja Lear mengumpulkan ketiga putrinya dan menyuruh mereka mengungkapkan cinta mereka kepada sang ayah. Goneril dan Regan berhasil meyakinkan sang raja dengan mengatakan bahwa mereka mencintainya lebih dari segalanya. Namun, Cordelia tidak mau melakukan hal tersebut. Cordelia hanya diam saja. Ia sangat mencintai ayahnya tetapi karena Ia merasa bahwa ujian ini tidak benar, Ia tidak dapat memberikan sanjungan kosong seperti yang dilakukan kakak-kakaknya. Sang raja akhirnya marah kepada Cordelia dan Cordelia tidak mendapat sedikitpun wilayah kekuasaan kemudian Cordelia tidak dianggap dan dibuang ke Perancis. Earl of Kent yang memprotes tindakan raja atas Cordelia, dipecat dari kerajaan. Namun, ia berhasil kembali masuk ke kerajaan setelah menyamar sebagi pelayan raja. Adegan berikutnya diwarnai kekecewaan raja Lear terhadap kedua putrid tertuanya yaitu Goneril dan Regan yang memperlakukan raja Lear bagai orang tua yang pikun. Raja Lear pun pergi meninggalkan kerajaan tanpa membawa satupun barang berharga. Sementara itu cerita berkembang ketika Edmund, seorang tokoh antagonis, berhasil merebut hak sebagai putra mahkota Gloucester setelah memperdaya Earl of Gloucester dan menyingkirkan Edgar, putra mahkota yang asli. Earl of Gloucester yang buta tidak tahu bahwa putranya Edgar telah digantikan oleh sosok Edmund, yang sangat pandai menyamar. Edgar pun akhirnya diusir keluar kerajaan, dan terpaksa menyamar menjadi seorang pengemis gila untuk menghindar dari kejaran pasukannya sendiri. Adegan di mana Edgar, raja Lear, dan Earl of Kent bersama-sama mencari tempat yang aman untuk berlindung dari badai merupakan salah satu adegan paling mengguncangkan dalam drama Shakespeare. Akhirnya, Cordelia datang bersama suaminya (Raja Prancis) untuk membebaskan sang raja dan memerangi kedua saudaranya sendiri. Namun pasukannya takluk. Lear dan Cordelia pun ditawan. Cordelia kemudian meninggal di tiang gantungan, mengakibatkan Lear dirundung duka yang sangat dalam. Lear pun akhirnya meninggal dunia, menjadi korban dari rasa saling benci putri-putrinya.

Menurut saya dalam darama ini, harta dan kekuasaan merupakan satu hal yang sangat penting. Beberapa tokoh dalam drama ini gila harta dan kekuasaan. Goneril dan Regan misalnya, mereka pura-pura mencintai ayahnya hanya untuk mendapatkan harta dan kekuasaan. Setelah mendapatkan harta dan kekuasaan tersebut, mereka mencampakkan ayahnya bahkan berniat untuk membunuhnya. Betapa jahat dan sadis sekali mereka. Goneril, setelah menguasai setengah kerajaan, dia menjadi besar kepala. Ia mengabaikan janjinya untuk merawat ayahnya di hari tuanya. Regan juga berlaku tidak hormat kepada ayahnya. Dia malah bersekongkol dengan kakaknya, Goneril untuk melawan ayahnya. Menurut saya, dalam hal ini harta dan kekuasaan telah mengaburkan hubungan ayah dan anak. Si anak tidak memiliki rasa sopan, patuh dan hormat kepada orangtuanya. Mereka telah dibutakan oleh harta dan kekuasaan.

Selain itu, tokoh lain yang gila harta dan kekuasaan dalam drama ini adalah Edmund, putra termuda  Gloucester dari gundiknya. Untuk mendapatkan tanah ayahnya, Edmund merancangkan perbuatan yang jahat untuk ayahnya. Dia berniat mengadu domba ayahnya dengan kakaknya, Edgar (putra Gloucester dari istrinya). Edmund membuat sebuah surat yang tulisannya mirip dengan tulisan Edgar. Dalam surat itu dituliskan bahwa Edgar berencana untuk mendapatkan warisan dan membuat siasat untuk membunuh ayahnya. Edmund masuk ke kerajaan dengan membaca surat tersebut. Setelah yakin bahwa ayahnya melihat, dia pura-pura menyembunyikannya ke dalam kantongnya Gloucester meminta untuk membacanya, namun dia berkata bahwa surat tersebut berisi hal yang tidak baik. Gloucester menjadi serius dan memaksa untuk membacanya. Akhirnya Edmund memberikan surat tersebut dan Gloucester membacanya. Dia sangat tertekan dan menyuruh Edmund untuk mematai-matai Edgar. Rencana Edmund pun berhasil, dia berhasil mengusir Edgar [Act I scene II]. Dalam kisah ini, Edmund juga telah buta harta dan kekuasaan, dia melakukan tindakan yang jahat hanya untuk mendapatkan harta dan kekuasaan. Menurut saya, Edmund melakukan tindakan tersebut karena dia adalah anak seorang gundik Gloucester. Jika tiba saatnya pembagian harta dan kekuasaan, dalam pikiran Edmund, Edgar lah yang akan mendapat bagian yang paling besar karena Edgar adalah anak Gloucester dari istrinya yang sah. Mungkin, Edmund takut tidak kebagian harta tersebut dan dia pun mengkhianati kakaknya. Menurut saya, kekhawatiran berlebihanlah yang membuat Edmund melakukan hal itu. Dalam hal ini harta telah membuat seseorang memiliki kekhawatiran yang sangat besar dan membuat yang tidak benar menjadi benar.

Selain itu, kisah tokoh  lain yang berhubungan dengan materialisme adalah kisah Cordelia dengan Adipati Burgundy. Dalam drama ini memang kisah mereka tidak dikisahkan secara gamblang namun menurut saya patut diperhatikan, khususnya tentang harta dan kekuasaannya atau materialistisnya. Setelah raja Lear memutuskan bahwa Cordelia tidak akan mendapat secuil warisan pun, raja Lear bertanya kepada Adipati Burgundy dan raja Perancis apakah mereka masih mau menikahi Cordelia. Adipati Burgundy langsung segera mengundurkan diri sedangkan raja Perancis terkesan akan kejujuran Cordelia dan berkata bahwa ia sekarang lebih mencintainya lagi dan akan menjadikannya sebagai ratu kerajaan. Dalam kisah ini, ada dua hal yang menarik untuk diperhatikan. Yang pertama, kematerialistisan Adipati Burgundy. Dia tahu bahwa Cordelia tidak akan mendapatkan apa-apa, dia langsung membatalkan lamarannya kepada Cordelia. Menurut saya cinta itu adalah harta dan kekuasaan bagi Adipati Burgundy. Tidak ada harta dan kekuasaan, maka cinta pun tidak ada juga. Yang kedua, kesetiaan raja Perancis. Meskipun Cordelia tidak memiliki apapun, dia tetap mencintainya. Menurut saya dalam hal ini, cinta itu bukan hanya sebatas harta dan kekuasaan saja, tetapi kejujuranlah yang paling penting.

Tidak hanya dalam dram King Lear, dalam kehidupan sekarang ini pun harta dan kekuasaan adalah hal yang sangat penting. Banyak orang tergila-gila akan harta dan kekuasaan. Segala hal dan cara dihalalkan untuk mendapatkan harta dan kekuasaan tersebut. Rasa sopan, hormat, jujur dan adil itu susah ditemukan jika sudah bertemu dengan harta dan kekuasaan. Setelah mereka mendapatkan harta dan kekuasaan tersebut, kebanyakan orang lupa diri dan lupa Tuhan.

Sebagai kesimpulan, harta dan kekuasaan bisa mengaburkan batas hubungan antara ayah dan anak, orang bisa berpura-pura baik untuk mendapatkan harta dan kekuasaan, harta dan kekuasaan juga bisa meyebabkan pengkhianatan. Selain itu, cinta juga berhubungan dengan harta dan kekuasaan, jika ada harta dan kekuasaan maka cinta juga ada atau tak ada harta dan kekuasaan  tak ada cinta.

source:

wikipedia

2 thoughts on “Materialisme dalam Drama William Shakespeare yang berjudul King Lear

  1. nemesis January 27, 2011 at 2:43 pm Reply

    kira2 ada naskahnya gak ya?

    • Hotgantina Sinaga February 3, 2011 at 4:18 pm Reply

      klo naskah Englishnya tinggal dowload aja. Naskah bahasa Indonesia sya ga punya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s