Kasih

Hari ini hari Minggu. Dan, aku telah beribadah jam 10.00 WIB tadi pagi. Sebelumnya, aku bantu Cici Lisna (partner guru Sekolah Minggu di GII Dago) untuk mengajar anak-anak di kelas Balita A dan B. Aku sangat menikmatinya meski badanku tak enak, terasa letih.

Sehari sebelumnya aku berjanji dengan K Mia (kakak KTB) dan Mita (saudara KTB) untuk ibadah bersama. Jam 10 kurang, mereka sudah menungguku di tempat yang sudah dijanjikan.

Sesuai rencana, sehabis ibadah, kami makan siang bersama di salah satu rumah makan Batak. Tentu saja menunya BPK+sop+jeruk panas😀

Perut kenyang dan kamipun pulang. Sesampainya di kosan, akupun tidur karena jam tiga sore aku harus bangun; mengajar kelas 1 SMP di LSM Motekar.

Aku terbangun jam setengah empat sesuai alarm hp yang sengaja ku-setting. Mataku berat untuk melek, tapi badanku terasa lebih segar sedikit.

Kali ini aku tak mau terlambat datang, ucapku dalam hati. Aku bergegas dan berangkat pukul empat sore.

Sayangnya, hanya ada satu angkot yang lewat tempat LSM itu dari kosanku. Lalu, aku naik angkot hijau-oranye itu. Tapi, saat itu, Bandung terkena macet luar biasa. Pak sopir angkot mengambil jalan pintas, tak sesuai jalur. Hatiku bersyukur karena berharap bisa tiba lebih cepat.

Namun, macet kali itu sungguh akut sampai-sampai si pak sopir ‘menurunkan’ kami di tengah jalan. Ia malas bermacet ria di jalan raya.  Malang niaaann…

Hanya membayar ongkos seribu rupiah saja, sesuai permintaan si pak sopir, aku turun dan berjalan kaki mencari angkutan umum lainnya. Tak kutemukan dan kuputuskan untuk berjalan sekitar sepuluh meter. Tiba-tiba angkot yang sama lewat dan akupun naik.

Belum lagi sampai di tempat tujuan, angkotnya berhenti seketika. Dan menyuruh kami turun juga. Aku pikir ia juga tak mau menikmati kemacetan Bandung sore itu. Aku bayar ongkos dan berjalan kaki lagi. Kali ini lebih jauh, sekitar satu kilometer. Aku berjalan mencari jalan pintas supaya tidak terkena macet.

Jam menunjukkan pukul empat lewat dua puluh lima menit, aku tiba di tepi jalan raya lagi. Aku menyebrang dan menyetop angkot yang sama untuk ketiga kalinya. Syukurlah, si mobil hijau-oranye ini melaju kencang. Hanya beberapa menit saja, aku sudah sampai di simpang LSM. Aku harus berjalan kaki sekitar 1,5 meter lagi. Aku sudah biasa melakukannya dan selalu menikmatinya🙂

Dengan nafas tersengal, aku meminta peralatan mengajar kepada ibu Inge (salah satu pengurus LSM). Kulirik jam tanganku, jam empat lewat empat puluh menit. Aku terlambat lagi sepuluh menit..

Kusapa anak-anak manis yang sudah menungguku sekitar sepuluh menit lebih itu. Ada enam orang, dua laki-laki dan empat perempuan. Seperti biasa, sebelum belajar kami selalu memulainya dengan berdoa. Andre, salah seorang anak laki-laki, mendapat giliran kali itu.

Aku mengajar dan memberikan latihan, mengoreksi, menjelaskan soal dan jawabannya satu per satu dan juga memotivasi mereka supaya mau berlatih di rumah.

Mereka anak-anak yang spesial. Mereka sekolah di sudut-sudut Provinsi Jawa Barat. Mereka juga adalah anak-anak Tuhan, sama sepertiku.

Lelahku ternyata belum kompromi, kali ini aku mengajar tapi lebih banyak duduk.

Pukul enam sore, acara belajar-mengajar ini pun berakhir. Setelah memberikan PR, aku menutup kelas hari ini dengan doa. Lalu, mereka mencium tanganku satu persatu dan mereka berkumpul lagi ke aula utama untuk mendengarkan beberapa arahan sebelum pulang.

Kelas pun usai. Seperti biasa, aku selalu berbincang-bincang dengan ibu Inge. Aku hanya mengobrol singkat karena beliau lumayan sibuk saat itu. Aku berencana menumpang mobil mereka sampai ke simpang sampai aku bertemu si angkot hijau-oranye lagi. Namun, ibu Inge masih lumayan lama. Kuputuskan untuk menumpang mobil siswa.

*Seluruh siswa di LSM Motekar diantar jemput. Pihak LSM menyediakan transportasi*

Aku diturunkan di salah satu mall sesuai permintaanku. Sewaktu mau masuk, aku melihat seorang bapak penjual koran. Si bapak duduk tak bertenaga di dekat anak tangga menuju mall. Aku iba melihatnya. Tiba-tiba, aku berniat untuk membeli koran. Saat aku sedang mencari-cari koran yang akan kubeli, seorang ibu menghampiri si bapak tukang koran dan memberikan beberapa lembar pecahan uang 2000 rupiah.

Sebenarnya, aku tak begitu tertarik untuk membeli koran. Tapi, hatiku sangat ingin menolong bapak ini. Akhirnya, kuputuskan untuk membeli majalah wanita seharga 7000 rupiah. Aku memberikan uang 10.000 rupiah dan “ambil saja kembaliannya, pak.” ucapku sambil tersenyum.

Aku baru sadar kalau aku membawa nasi kotak. *Setiap orang di LSM Motekar, baik mentor maupun siswa, mendapatkan makan malam satu nasi kotak.

“Bapak udah makan belum?” ujarku tiba-tiba.

“Belum, neng.”

“Udah pak, ambil saja ini,” aku menyodorkan nasi berkotak stiloform berwarna putih itu.

Perasaanku senang dan lega setelah melakukan kegiatan tiba-tiba tadi.

Aku langsung menelepon kakak sepupuku untuk makan malam di salah satu mall yang lain, dekat dengan rumah singgahku.

Sesudah itu, aku menunggu angkot yang sama dengan yang kugunakan saat pergi tadi, cuma berbalik arah. Hmm, lama juga si angkot ini datang. Kakiku lumayan pegal menunggunya. Syukurlah, dia muncul dengan berisi penumpang yang lumayan ramai.

Dan aku pun tiba di tempat yang sudah dijanjikan. Sialnya, pulsaku habis. Aku tak bisa mengirimkan ‘short message service’ kepada kakakku untuk menanyakan dimana posisinya berada. Untunglah, aku pake paket internetan di HP. Jadi, aku bisa ‘chat’ lewat ‘What’s up Messanger”😉

Kakakku sudah menunggu lama dengan kondisi lapar. Tanpa perlu lirik kanan kiri, kami pun memutuskan untuk menyantap mie asal Jepang alias “ramen”.

Kami memilih meja yang dekat dengan pintu masuk dan pelayan restoran datang membawa menu. Setelah membolak-balik dan membaca buku menu itu, kami putuskan untuk memakan “Beef ramen” dan “Chicken ramen” (nama persisnya lupa, hehe) serta teh ocha panas untuk minumnya.

[Bersambung..]

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s