Cita-citaku Setinggi Tanah, Cita-citamu?

Hai… Lama tak bersua (red: lama tak ngeblog). Akibat tekanan skripsweet yang terus menyita tenaga, waktu, hati dan logika, saya jadi malas menulis. Ada ide tapi tak bersemangat menuangkannya dalam tulisan *curhat dulu sekelak😉

Tanpa basa-basi basi banget lagi, saya akan berbagi kisah tentang film yang baru ditonton hari ini (12-10-12), judulnya adalah “Cita-citaku Setinggi Tanah.”

Film besutan Eugene Panji yang bergenre “drama anak-anak” ini berkisah tentang empat orang anak yang berjuang mewujudkan cita-citanya. Awal cerita dimulai ketika keempat anak ini memasuki tahun ajaran baru dan sang ibu guru menanyakan apa cita-cita mereka serta menugaskan untuk membuat esai tentang cita-cita. Seperti kebanyakan anak lainnya, masing-masing anak bercita-cita menjadi orang besar seperti militer, artis, dokter, dan lain-lain. Tapi, ada satu anak yang memiliki cita-cita yang berbeda. Cita-citanya sangat sederhana sampai-sampai ia menjadi bahan tertawaan satu kelas.

Namanya Agus, bapaknya bekerja di pabrik tahu. Ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga yang pandai memasak tahu bacem; sampai di setiap menu makan, tahu bacem tak pernah hilang. Oleh karena itulah, Agus bercita-cita bisa makan di restoran nasi Padang. Alasannya sangat sederhana, yaitu: restoran nasi Padang memiliki banyak menu dan tamunya dilayani seperti raja. Sungguh cita-cita yang sangat sederhana bukan? Hanya setinggi tanah. Namun, kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan membuat Agus harus berjuang keras untuk mencapai cita-citanya itu. Pernah suatu saat, Agus meminta uang kepada bapaknya tapi tidak diberikan. Malahan, bapaknya memberikan komentar bahwa “pendidikan zaman sekarang selalu berurusan dengan uang, beda dengan pendidikan zaman dahulu yang lebih mengandalkan otak.”

Keempat anak tersebut mulai berusaha mengejar cita-cita mereka masing-masing. Awalnya Agus bingung tentang cita-citanya ini. Tapi, berkat petuah Mbah Tapak yang mengatakan “cita-cita itu bukan untuk ditulis, tapi untuk diwujudkan,” Agus menjadi bersemangat untuk mewujudkan cita-citanya. Ia mulai menyisihkan uang jajannya untuk ditabung dalam tabungan bambu yang dibuatnya bersama seorang teman yang lain. Untuk mencari uang tambahan, ia juga mencari keong dan menjualnya. Tidak hanya itu saja, Agus juga rela menjadi tukang antar ayam potong demi mengumpulkan receh demi receh. Dan, setiap uang yang diperolehnya, ia masukkan ke dalam celengan bambu.

Alhasil, Agus pun berhasil mengumpulkan beberapa rupiah. Ia membuka celengan bambunya dan mengumpulkan semua uangnya dalam kantong plastik berwarna hitam. Sialnya, akibat kecerobahan dirinya sendiri, kantong plastik hitam itu jatuh ke sumur saat Agus ditugaskan ibunya mengambil air. Agus sangat sedih dan Mbah Tapak kembali menghampirinya. Mbah tapak memberikan nasihat lagi bahwa “rejeki tidak pernah pergi, tapi menunggu waktu untuk kembali.” Dan, perkataan Mbah Tapak terjadi. Agus mendapat rezeki dari sang nenek yang kebetulan berkunjung ke rumahnya. Agus sangat senang dan ia segera mewujudkan cita-citanya.

Sesungguhnya, ide film ini sederhana namun sangat inspiratif dan menyentuh. Pesan yang bisa ditangkap dari film ini adalah cita-cita bukanlah segalanya, tapi ada yang paling penting dibalik cita-cita itu, yaitu: usaha untuk mewujudkannya.

Menurut saya, film ini wajib ditonton karena sangat inspiratif, menyentuh, dan memberikan pandangan baru tentang “mengejar impian.” Selain itu, seluruh hasil keuntungan dari film ini akan disumbangkan bagi anak penyandang kanker melalui Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI). Selamat menonton!🙂

Tagged: , , , , ,

2 thoughts on “Cita-citaku Setinggi Tanah, Cita-citamu?

  1. @roland_star October 16, 2012 at 10:05 am Reply

    nice job, bu…
    btw, di paragrap pertama yg kalimat terakhir dlm tanda kutip itu salah ketik.. harusnya “Cita-citaku setinggi tanah” bukan “cita-citaku setinggi langit”..
    overall, good.🙂

    • hyas_tina October 17, 2012 at 12:07 am Reply

      Thanks for visiting🙂
      Iya, salah. Udah dibenerin kok, hehe
      And then, thanks for correcting😉
      Ayo, jangan sampai ga ditonton!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s