Golput dan KPU

“Tidak terdaftar di DPT? Tapi masih peduli #Pemilu2014? 3 Langkah mencoblos mudah di TPS terdekat” begitu kira-kira isi ajakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghindari golput (golongan putih). Meski demikian, menurut survei sementara Kompas.com masih terdapat 26.65% suara yang tidak digunakan pada pemilu kali ini. Dan menurut saya, angka itu masih cukup besar.

Sosialisasi ini sebenarnya cukup membantu penduduk yang sedang merantau di daerah lain. Namun, jika nama seseorang sudah terdaftar di DPT, berdomisili di perantauan, ini yang menjadi masalah. Para perantau ini (sebagian besar mahasiswa) harus mengisi form A5 yang telah dipersiapkan KPU sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan, yakni H-10.

Untuk sebagian perantau yang masih peduli terhadap bangsa dan juga memiliki waktu luang yang lebih, mereka pasti mengurus form A5 ini. Tapi, sebagian perantau juga tidak memiliki banyak waktu atau berbagai kesibukan lainnya sehingga tak sempat mengurusnya.

Mekanisme pengurusan form sebenarnya tidak terlalu rumit, tapi membutuhkan banyak waktu. Seperti yang sudah dipublikasikan KPU juga, perantau bisa mengecek nama di kpu.go.id. Jika nama mereka terdaftar, form A5 ini bisa diurus ke KPU setempat. Setelah itu, mereka bisa mengkonfirmasi ke daerah asal di mana nama mereka tercantum sebagai DPT.

Saya, salah seorang yang memiliki kasus seperti ini. Nama saya muncul sebagai DPT di daerah asal, tapi karena kesibukan, saya lupa mengurus form A5. Selain itu, adanya isu bisa mencoblos hanya dengan membawa KTP saja membuat saya “berpangku tangan” untuk masalah ini. Sebenarnya saya peduli dan ingin sekali memberikan suara, tapi terhalang karena masalah birokrasi.

Selain itu, ada juga beberapa teman yang mengeluhkan masalah kerumitan administrasi pemilu. Mereka berkata bahwa niat awal mereka tidak ingin tidak memberikan suara (golput), tapi terpaksa melakukannya karena administrasi yang rumit.

Sosialisasi untuk memberikan hak suara dengan mudah (khususnya untuk anak rantau) dan ajakan mencoblos saat pemilu memang sudah diberikan KPU. Namun, lebih baik lagi jika KPU mempermudah administrasinya. Misalnya, pengurusan form A5 ini bisa diurus di RW/RT setempat. Atau, untuk mahasiswa, pengurusan form ini bisa dilakukan dengan mengadakan kerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas. Selain itu, perlu sosialisasi yang jelas tentang informasi pemilu supaya tidak simpang siur.

Semoga pemilu yang akan datang, masyarakat sadar akan pentingnya memberikan suara. Dan semoga KPU sebagai penyelenggara pemilu juga dapat memfasilitasi masyarakat menyumbangkan suaranya, khususnya bagi orang-orang yang jauh dari daerah asal. #golputbukanpilihan #cintaIndonesia

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s