Bukan Kelas Menulis Biasa

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”1

Kalimat-kalimat itu tertulis dalam salah satu roman karya Pramoedya Ananta Toer, salah satu sastrawan terbaik Indonesia. Alasan mengapa beliau menulis sangat jelas, yaitu karena suara tulisan tak pernah padam, abadi, dan tak lekang oleh waktu. Melalui tulisan juga, beliau memberikan pencerahan kepada bangsa ini.

Tak seperti saya (sebelum ikut kelas), menulis hanya sebatas mengekspresikan gagasan dalam kepala. Saya tidak terlalu ambil pusing apakah tulisan saya dibaca atau tidak, apakah tulisan saya bagus atau tidak, yang penting saya menulis. Sampai pada suatu saat, salah seorang sahabat saya menyarankan untuk ikut kelas menulis gratis, diasuh oleh penulis buku Kristen yang sangat mencintai Tuhan dan bangsanya, yaitu Samuel Tumanggor—sering kami panggil Suhu. Sebenarnya saya sudah tahu kelas ini sejak lama dan ingin sekali ikut kelasnya. Namun, kesempatan baru ada saat itu.

Singkat cerita, saya diberi kesempatan untuk mengikuti kelas ini. Seiring kelas berjalan, banyak pelajaran bermakna yang diajarkan. Saya tak hanya diajari bagaimana cara menulis yang baik, tetapi juga bagaimana cara berpikir bahkan cara membaca yang baik dan hal-hal baik lainnya.

Berikut pelajaran yang bisa saya petik selama kelas menulis Angkatan VIII ini.

Pertama, menulis untuk memandu bangsa. Dalam kelas menulis ini, pikiran saya dibukakan bahwa menulis tak hanya sekedar menulis, tetapi bisa menjadi salah satu cara untuk memandu bangsa ke arah yang lebih baik. Dengan menulis, saya bisa mengutarakan gagasan atau ide yang baik atau memberikan pencerahan yang membangun negeri ini.

Kedua, melatih cara membaca, mengamati, dan berpikir dari sudut pandang yang berbeda. Selama kelas menulis, Suhu mengajari saya untuk membaca lebih cermat dan menyeluruh serta memikirkan apa yang saya baca. Selain itu, Suhu juga melatih cara berpikir dari sudut pandang yang berbeda. Misalnya, semua peserta kelas menulis diberi tugas untuk membuat peribahasa dari pengamatan suatu objek. Dari tugas ini, saya dilatih untuk mengamati dan berpikir dari sisi yang tak biasa.

Ketiga, menulis dengan teknik yang baik. Tujuan utama yang saya harapkan memang bagaimana cara menulis yang baik. Tujuan ini terpaparkan dengan baik selama kelas menulis meski tulisan saya belum sebagus yang diajarkan Suhu. Saya diajarkan bagaimana cara menulis opini singkat sekitar 400-600 kata dengan proporsi yang tidak timpang dan pesan tulisan tersampaikan dengan jelas.

Keempat, bertanggung jawab dan disiplin waktu. Selama kelas menulis, saya dididik untuk bertanggung jawab khususnya melalui tugas-tugas yang diberikan. Saya juga dilatih untuk disiplin waktu baik dalam tenggat waktu pengumpulan tugas maupun tidak boleh terlambat datang kelas.

Kelima, mengasihi sesama. Saya melihat bahwa Suhu benar-benar menjalankan perintah Tuhan, yaitu untuk mengasihi sesama dengan membagi ilmu, waktu, tenaga, bahkan materi dengan peserta kelas menulis. Dari hal ini, saya belajar bahwa saya juga harus membagi apa yang saya punya dengan orang lain.

Dari beberapa pelajaran di atas, saya simpulkan bahwa kelas menulis angkatan delapan ini memang bukan kelas menulis biasa. Tak hanya belajar menulis, tetapi banyak hal yang bisa dipelajari baik dari tugas-tugas yang diberikan maupun pengajarnya—Suhu. Semoga Suhu diberkati dan menjadi berkat bagi jutaan umat di muka bumi ini.

Dan, kiranya melalui kelas menulis yang tak biasa ini, saya dapat menyuarakan kebenaran yang abadi, tak pernah padam, dan tak lekang oleh waktu. Suara kebenaran yang memuliakan Tuhan, memandu bangsa dan mengasihi sesama.

 

Catatan:

1 Pramoedya Ananta Toer. Anak Semua Bangsa. Jakarta: Lentera Dipantara, 2011, hal. 112.

Tagged: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s