Upaya Menyembuhkan Penyakit Korupsi

“Penyakit” korupsi sudah berjangkit ke seluruh pelosok negeri, dari tingkat RW sampai DPR, baik di desa maupun di kota. Hampir semua hal dikorupsi, mulai dari pembuatan KTP, pembayaran denda tilang, sampai penyusunan anggaran belanja negara. Pelakunya pun beragam, dari rakyat jelata sampai konglomerat. Sungguh menyedihkan!

 Jika “penyakit” korupsi ini terus dibiarkan, negeri ini bisa meradang. Upaya penyembuhan harus terus digerakkan agar republik ini bisa pulih. Tentu saja, upaya setiap orang dibutuhkan untuk dalam upaya menyembuhkannya.

 Menurut Undang-Undang No. 31 Tahun 1999, korupsi merupakan “perbuatan melanggar hukum yaitu melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara.”1 Dalam pengertian umum, korupsi berarti tindakan menggelapkan uang negara atau penyalahgunaan kekuasaan demi kepentingan diri sendiri. Betapa bahayanya “penyakit” korupsi ini jika terus dibiarkan tanpa ada upaya.

 Sebenarnya, Indonesia sudah mulai memberantas “penyakit” korupsi ini dengan mendirikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2003. Tapi tak cukup hanya KPK, setiap orang harus berupaya untuk membasmi “penyakit” korupsi ini. Selain itu, beberapa tokoh juga giat melawan korupsi. Mereka patut diteladani karena karakter yang baik dan juga tindak nyatanya.

Ambil contoh, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, aktif memberantas korupsi di setiap lingkup jabatan yang beliau pegang. Peraih Bung Hatta Anti Korupsi Award tahun 2013 ini jujur, tegas, terbuka atau transparan serta konsisten menyembuhkan “penyakit” korupsi. Berbagai aksi nyata pun dilakukan seperti rutin mempublikasikan video rapat, transparan dalam menyusun anggaran pendapatan dan belanja daerah, dan lain-lain.

Tokoh anti korupsi lain yang patut dicontoh adalah Abraham Samad. Ketua KPK periode 2011-2015 ini secara tegas, jujur dan konsisten menyembuhkan “penyakit” korupsi di jajaran pemerintahan. Beliau juga mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama Anti Corruption Committee (ACC) yang bertujuan untuk memberantas korupsi khususnya di daerah Sulawesi Selatan.2

Dari dua teladan anti korupsi di atas, ada beberapa upaya yang harus diperhatikan untuk menyembuhkan “penyakit” ini.

Pertama, membudayakan kejujuran. Sifat jujur perlu dibudayakan dalam segala hal. Lihat saja Pak Ahok dan Pak Abraham, mereka memiliki sifat jujur sehingga mampu melawan “penyakit” korupsi. Membudayakan kejujuran tentu saja harus dimulai dari diri sendiri.

Kedua, berani terbuka dan transparan. Keterbukaan juga penting dalam memberantas “penyakit” korupsi. Dalam menyusun anggaran keuangan daerah, Pak Ahok transparan atau terbuka terhadap semua program yang disusun. Sikap berani terbuka bisa ditumbuhkan dalam berorganisasi atau dalam setiap hal yang kita lakukan.

Ketiga, bersikap tegas. Sikap tegas sangat diperlukan dalam menyembuhkan korupsi. Ketegasan dibutuhkan untuk menolak atau melawan tindakan penyelewangan ini. Tengok saja pak Ahok dan Pak Abraham, kedua tokoh anti korupsi ini berani bertindak tegas dalam memberantas korupsi.

Keempat, konsisten. Nah, jika sikap jujur, transparan dan tegas sudah dimiliki, konsistensi untuk melawan korupsi juga diperlukan. Keberhasilan Pak Ahok dan juga Pak Abraham dalam menyembuhkan “penyakit” korupsi tentu saja merupakan buah dari konsistensi mereka. Jika tidak konsisten, bisa saja “penyakit” ini kambuh lagi.

Bercermin dari hal di atas, setiap orang harus berupaya menyembuhkan “penyakit” korupsi. Caranya bisa dengan membudayakan kejujuran, berani terbuka atau transparan, bersikap tegas serta konsisten. Jika sikap-sikap ini dimiliki setiap orang, niscaya negeri ini tak lagi terjangkit “penyakit” korupsi dengan mudah.

Mari pulihkan negeri dengan memberantas korupsi!

Catatan:

1Yohanes Surya dan Hokky Situngkir. Solusi untuk Indonesia. Tangerang: PT Kandel, 2008, hal. 2-3-2.

2”Biografi Abraham Samad-Ketua KPK” dalam situs Biografi TokohDunia

Tagged: , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s